TpO0TUC8TUG6BUA9TSA5BSr7Td==
BERITA
TERKINI

Mimpi Anak Belitung Terwujud, Isyak Meirobie Disiapkan Jadi Rektor Pertama Institut Dargantara

Ukuran huruf
Print 0

BELTIM, BernasTV — Dr. Isyak Meirobie, S.Sn., M.Si., disiapkan menjadi rektor pertama Institut Darma Ganesha Nusantara atau Institut Dargantara yang resmi diluncurkan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Sabtu (3/10/2026).

Peluncuran Institut Dargantara berlangsung bersamaan dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Darma Ganesha dan Seminar Nasional Character Building yang digelar di Auditorium Zahari MZ, Kompleks Perkantoran Pemkab Beltim, Sabtu (03/10/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran Institut Dargantara atau Darma Ganesha Nusantara, sebagai bagian dari pengembangan lembaga pendidikan di bawah Yayasan Darma Ganesha dan upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di Pulau Belitung.

Kehadiran Institut Dargantara diharapkan memberikan kesempatan lebih luas kepada putra-putri Belitung dan Belitung Timur untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan tanah kelahirannya.

Pembina Yayasan Darma Ganesha, Dr. Darmawangsa, menjelaskan peluncuran Institut Dargantara merupakan bagian dari upaya yayasan untuk meningkatkan jenjang pendidikan yang dapat diakses masyarakat di Pulau Belitung.

Ia menyampaikan, Institut Dargantara telah memperoleh izin dan hadir dengan empat program studi pada jenjang sarjana (S1). Ke depan, pihak yayasan juga merencanakan pengembangan program studi hingga jenjang magister.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah melaksanakan launching Institut Dargantara atau Darma Ganesha Nusantara. Ini merupakan satu terobosan kami di Politeknik untuk menghadirkan perguruan tinggi dengan level yang lebih tinggi,” jelas Darmawangsa.

Menurut Darmawangsa, kehadiran Institut Dargantara diharapkan dapat memberikan pilihan pendidikan tinggi yang lebih dekat dan terjangkau bagi masyarakat Belitung dan Belitung Timur.
“Kenapa kami perlu hadir di sini? Karena kami ingin memberikan eksistensi perguruan tinggi di wilayah Belitung Timur dan Belitung, supaya masyarakat mampu mengakses pendidikan tinggi dan tidak perlu harus keluar. Mereka tetap bisa kuliah di sini,” ungkapnya.
Darmawangsa menambahkan, pihaknya menargetkan pengembangan program studi baru, termasuk program magister. Pengembangan tersebut diharapkan membuat Institut Dargantara terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Mimpi Anak Belitung yang Terwujud

Di tengah peluncuran Institut Dargantara, sosok Dr. Isyak Meirobie menjadi salah satu figur yang disiapkan untuk memimpin perguruan tinggi tersebut sebagai rektor pertama.

Dr. Isyak Meirobie, S.Sn., M.Si
Isyak mengatakan, kesediaannya mengemban amanah sebagai calon rektor dilandasi keinginan untuk menghadirkan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak Belitung di tanah kelahirannya sendiri.

Baginya, kehadiran Institut Dargantara memiliki makna personal karena dirinya pernah mengalami bagaimana perjuangan keluarga ketika harus membiayai pendidikan di luar daerah.
“Saya bersedia menjadi Rektor pertama Institut Dargantara karena ini seperti mimpi anak Belitung yang terwujud. Saya dulu kuliah harus keluar dan orang tua dengan susah payah mengumpulkan uang, karena kalau tidak punya uang, bagaimana mungkin kita bisa kuliah ke luar pulau?” kata Isyak.
Pengalaman tersebut, menurut Isyak, menjadi salah satu alasan dirinya bersedia untuk terlibat dalam pengembangan Institut Dargantara.

Ia berharap anak-anak Belitung tidak lagi menghadapi hambatan yang sama ketika ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan tersedianya perguruan tinggi di daerah, masyarakat memiliki alternatif untuk mendapatkan pendidikan tanpa harus menanggung seluruh konsekuensi biaya dan kebutuhan hidup ketika harus tinggal di luar pulau.

Pendidikan, SDM, dan Pertumbuhan Ekonomi

Isyak menilai keberadaan perguruan tinggi di daerah tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menggerakkan berbagai sektor pembangunan.
“Kalau kita tidak meningkatkan IPM daerah ini, kita akan kekurangan SDM yang berkualitas untuk menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi. Karena itu, ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi tentang menjawab moral kita kepada bangsa dan kepada daerah,” ujarnya.
Isyak yang juga merupakan Asisten Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi tersebut menegaskan, Institut Dargantara ke depan akan berupaya menghadirkan tenaga pengajar berkualitas agar mahasiswa memperoleh pendidikan yang kompetitif meskipun menempuh pendidikan di daerah sendiri.
“Walaupun nanti biaya kuliahnya terjangkau di Pulau Belitung, bukan berarti orang Belitung yang kuliah di sini harus minder atau tertutup. Justru kita akan menghadirkan lebih banyak tenaga pengajar yang berkualitas global agar mereka siap terjun ke dunia kerja secara kompetitif,” tuturnya.
Menurut Isyak, keterjangkauan biaya pendidikan tidak boleh dipersepsikan sebagai rendahnya kualitas pendidikan. Sebaliknya, Institut Dargantara diharapkan mampu menggabungkan akses pendidikan yang lebih dekat dengan kualitas pembelajaran dan tenaga pengajar yang kompetitif.
Menyiapkan Lulusan yang Kompetitif

Isyak berharap para mahasiswa Institut Dargantara nantinya tidak hanya memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tinggi di tanah kelahirannya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersaing di dunia profesional.

Ia ingin para lulusan memiliki kebanggaan sebagai putra-putri daerah yang dapat menempuh pendidikan di Belitung sekaligus memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Dengan demikian, keberadaan Institut Dargantara diharapkan tidak hanya menjadi jawaban atas kebutuhan akses pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Pulau Belitung.

Dikembangkan di Belitung Timur dan Belitung

Institut Dargantara juga direncanakan hadir di sejumlah lokasi untuk memperluas jangkauan pendidikan tinggi.

“Ada di Manggar (Belitung Timur), serta nanti di Pilang (Tanjungpandan Belitung),” kata Darmawangsa.

Pengembangan tersebut diharapkan semakin mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat di berbagai wilayah Belitung.
Peluncuran Institut Dargantara

Peluncuran Institut Dargantara ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Yayasan Darma Ganesha, calon Rektor Institut Dargantara, dan Bupati Beltim.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Beltim Fezzi Uktolseja, Unsur Forkompimda Beltim, Penasehat Yayasan Darma Ganesha Muhammad Noor Masese, Direktur Politeknik Darma Ganesha Frasetyo Angga Saputra, serta sejumlah undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan PKKMB Politeknik Darma Ganesha sekaligus launching Institut Dargantara tersebut menjadi momentum penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di Pulau Belitung.

Bagi Yayasan Darma Ganesha, kehadiran Institut Dargantara merupakan upaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Sementara bagi Isyak Meirobie, institusi tersebut membawa makna yang lebih personal: sebuah kesempatan agar generasi muda Belitung dapat mengejar pendidikan tinggi di tanah kelahirannya sendiri.

“Mimpi anak Belitung yang terwujud” menjadi pesan utama di balik kehadiran Institut Dargantara—membuka kesempatan bagi putra-putri daerah untuk kuliah di tanah sendiri, memperoleh pendidikan yang kompetitif, dan pada akhirnya berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Red/3W@


Mimpi Anak Belitung Terwujud, Isyak Meirobie Disiapkan Jadi Rektor Pertama Institut Dargantara
Periksa Juga
Selanjutnya..
Tautan berhasil disalin