BELITUNG, BernasTV — Sebanyak 72 pemuda resmi masuk dalam barisan kepengurusan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Belitung periode 2026–2029. Mereka dilantik di Gedung Serba Guna H. Ishak Zainuddin, Pemkab Belitung, Sabtu (3/10/2026), dengan satu pekerjaan besar: membuktikan bahwa energi pemuda tidak berhenti di atas panggung pelantikan.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru KNPI Belitung di bawah kepemimpinan Ferian Rebieyansyah sebagai ketua, didampingi Tantowi Thomas sebagai sekretaris dan Heru Sunaria sebagai bendahara.
Namun, di balik prosesi pengambilan sumpah dan pengukuhan pengurus, terselip tantangan yang jauh lebih besar.
KNPI dituntut tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya pemuda, tetapi juga ruang untuk melahirkan gagasan, membangun kolaborasi dan menghadirkan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat Belitung.
“Apa yang Kita Berikan untuk Daerah?”
Pesan itu disampaikan Ferian secara tegas kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.
Ia mengingatkan agar organisasi tidak dipandang sebagai tempat untuk mencari keuntungan pribadi. Sebaliknya, setiap pengurus harus mempertanyakan kontribusi apa yang dapat diberikan melalui organisasi tersebut.
“Jangan tanya apa yang akan kita dapatkan dari organisasi ini, tapi mari kita tanyakan apa saja yang akan kita berikan kepada daerah Kabupaten Belitung.”
Bagi Ferian, KNPI harus menjadi rumah bersama bagi berbagai organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan komunitas.
Perbedaan latar belakang, pilihan organisasi maupun komunitas tidak boleh menjadi sekat. Seluruh potensi tersebut justru harus dipertemukan menjadi kekuatan bersama untuk membangun Belitung.
Karena itu, ia mendorong pemuda membangun kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan berbagai elemen lainnya.
“Pemuda yang ada hari ini adalah calon pemimpin di masa yang akan datang. Mari kita berikan yang terbaik untuk daerah dan pemuda Kabupaten Belitung,” ujarnya.
72 Nama, 72 Tanggung Jawab
Pesan untuk tidak hanya mengandalkan figur ketua juga datang dari DPD KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sekretaris DPD KNPI Babel, Riduan Albangkawi, menegaskan bahwa keberhasilan organisasi bukan hanya ditentukan oleh ketua.
Setiap pengurus memiliki peran yang sama penting dalam menjalankan roda organisasi.
Dengan demikian, 72 nama yang kini mengisi kepengurusan KNPI Belitung bukan sekadar susunan struktural. Mereka membawa tanggung jawab untuk memastikan organisasi benar-benar bergerak.
Tantangannya jelas: bagaimana energi, jaringan dan gagasan yang dimiliki para pemuda tersebut diterjemahkan menjadi kegiatan dan program yang memiliki manfaat nyata.
Pemkab: Pemuda Harus Punya Daya Saing
Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Sekretaris Daerah H. Marzuki juga berharap KNPI mampu menjadi kekuatan positif dalam pembangunan daerah.
KNPI diharapkan dapat melahirkan generasi muda dengan kualitas intelektual, moralitas, keterampilan serta daya saing.
Harapan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan periode 2026–2029.
Sebab, masyarakat pada akhirnya tidak hanya melihat siapa yang dilantik, tetapi apa yang dilakukan setelah pelantikan.
Pelantikan adalah awal, bukan pencapaian
Setelah spanduk diturunkan, kursi dikembalikan dan seremoni berakhir, 72 pengurus KNPI Belitung harus mulai menjawab pertanyaan yang jauh lebih penting:
Apa yang akan mereka lakukan untuk Belitung?
Jawabannya bukan sekadar melalui rapat atau agenda organisasi. Jawaban itu akan terlihat dari gagasan yang lahir, kolaborasi yang dibangun, persoalan masyarakat yang ikut disentuh, serta kerja nyata yang mampu ditinggalkan selama tiga tahun kepengurusan.

Kini, panggung pelantikan telah selesai. Panggung pengabdian baru saja dimulai.