Wings Air kembali melayani rute tersebut dengan frekuensi penerbangan sebanyak empat kali dalam sepekan, memberikan tambahan pilihan konektivitas bagi masyarakat dan pengguna jasa yang melakukan perjalanan antara Pulau Belitung dan Pulau Bangka.
Kembalinya operasional Wings Air ditandai dengan penerbangan perdana (inaugural flight) rute Pangkalpinang–Tanjungpandan (PGK–TJQ) pada Jumat, 7 Agustus 2026. Setibanya pesawat di Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, penerbangan perdana tersebut disambut melalui prosesi seremonial oleh manajemen bandara dengan pengalungan syal kepada cabin crew Wings Air.
Penerbangan ini menjadi salah satu momentum penting dalam upaya memperkuat konektivitas udara antardaerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan kembali tersedianya rute Belitung–Pangkalpinang, masyarakat memiliki alternatif perjalanan udara yang lebih efektif dan efisien untuk mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi.
General Manager Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tri Yudi Anshary, menyambut positif kembali beroperasinya Wings Air. Kehadiran kembali rute tersebut merupakan hasil sinergi antara pengelola bandara dan maskapai dalam mendukung peningkatan aksesibilitas transportasi udara serta memperluas pilihan konektivitas bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik kembali beroperasinya Wings Air di Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin. Konektivitas Belitung–Pangkalpinang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Tri Yudi Anshary.
Dengan frekuensi penerbangan sebanyak empat kali dalam sepekan, pengguna jasa mendapatkan fleksibilitas lebih dalam menentukan waktu perjalanan. Konektivitas tersebut juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, pelaku usaha, wisatawan, maupun berbagai pemangku kepentingan yang memiliki aktivitas antardaerah.
Dari perspektif ekonomi, peningkatan konektivitas udara memiliki peran strategis dalam mendukung pergerakan orang dan barang, memperluas akses pasar, serta mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, jasa, investasi, dan pariwisata.
Bagi sektor pariwisata, tersedianya konektivitas udara yang semakin baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan aksesibilitas destinasi. Kemudahan perjalanan menuju Belitung diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata daerah.
Prioritaskan Safety, Security, dan Service
Sebagai pengelola Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, InJourney Airports memastikan kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung untuk menunjang kelancaran operasional penerbangan.
Seluruh proses pelayanan dan operasional bandara dilaksanakan dengan mengedepankan tiga aspek utama, yakni keselamatan (safety), keamanan (security), dan pelayanan (service).
Kesiapan fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen InJourney Airports dalam memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jasa bandara.
“Konektivitas udara bukan hanya mengenai tersedianya rute penerbangan, tetapi juga bagaimana seluruh proses perjalanan dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan optimal. Karena itu, kami terus memastikan kesiapan fasilitas, personel, serta layanan kebandarudaraan untuk mendukung operasional penerbangan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa,” lanjut manajemen.
InJourney Airports juga terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan maskapai penerbangan, regulator, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait guna menjaga kualitas pelayanan dan keberlangsungan konektivitas udara.
Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Daerah
Beroperasinya kembali rute Belitung–Pangkalpinang diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah. Efisiensi waktu tempuh antarpulau menjadi salah satu manfaat yang dapat dirasakan pengguna jasa, terutama bagi masyarakat dengan kebutuhan mobilitas yang tinggi.
Konektivitas tersebut sekaligus memperkuat peran Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin sebagai salah satu simpul transportasi udara strategis di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan semakin terbukanya akses udara, Belitung diharapkan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai wilayah serta mampu meningkatkan potensi pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah.
InJourney Airports berkomitmen untuk terus mendukung penguatan konektivitas udara nasional melalui pengelolaan bandara yang mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, serta keberlanjutan.
Kembalinya Wings Air melayani rute Belitung–Pangkalpinang menjadi bagian dari momentum penguatan konektivitas udara di Kepulauan Bangka Belitung sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menghadirkan akses transportasi udara yang semakin baik bagi masyarakat.
Tentang INJOURNEY AIRPORTS
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) merupakan bagian dari ekosistem PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney yang bergerak dalam pengelolaan dan pengoperasian bandar udara di Indonesia.
InJourney Airports memiliki peran strategis dalam mengelola operasional kebandarudaraan dengan mengedepankan standar safety, security, service, dan sustainability, serta berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkualitas bagi seluruh pengguna jasa.
Melalui pengelolaan bandara yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada pelanggan, InJourney Airports terus mendorong peningkatan konektivitas udara, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat sektor pariwisata Indonesia.
InJourney Airports berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk maskapai penerbangan, pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan mitra strategis lainnya dalam menciptakan ekosistem penerbangan yang aman, nyaman, inklusif, dan berkelanjutan.

