Tanjungpandan, BernasTV – Kabupaten
Belitung bersiap menyambut kedatangan tamu dan delegasi internasional dalam
rangka kegiatan Belitung UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada 3–7
Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi
momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati,
serta warisan budaya Belitung kepada masyarakat dunia sekaligus memperkuat
upaya revalidasi status UNESCO Global Geopark.
Sejumlah tokoh
internasional dijadwalkan hadir, di antaranya Dr. Jinfang Han, Assistant
Researcher dari China Tourism Academy, serta Kana Furusawa, Secretary General
of the Japanese Geoparks Network sekaligus Vice President of the Global
Geoparks Network.
Tim yang hadir merupakan Tim Evaluator Revalidasi UNESCO Global Geopark yang akan melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap perkembangan pengelolaan Belitong UNESCO Global Geopark selama dua tahun terakhir.

Dalam pesan penyambutan, masyarakat Belitung menyampaikan sambutan
hangat kepada seluruh peserta untuk menikmati kawasan geopark yang memadukan
keajaiban geologi, kekayaan biodiversitas, dan warisan budaya yang hidup
berdampingan secara harmonis.
Kepala Dinas Pariwisata
Kabupaten Belitung, Sastra Yuni Ardi, S.STP., M.A.P., menyatakan pelaksanaan
kegiatan Belitung UNESCO Global Geopark yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2026
menjadi momentum strategis untuk memperkuat citra Belitung sebagai destinasi
geowisata kelas dunia sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang
berkelanjutan.
Menurut Sastra, kehadiran para pakar, akademisi, serta delegasi dari berbagai negara merupakan bentuk pengakuan atas potensi Belitung sebagai kawasan yang memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang bernilai tinggi di tingkat internasional.
"Kami menyambut dengan penuh kebanggaan kedatangan para delegasi internasional di Belitung. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Belitung bukan hanya memiliki pantai yang indah, tetapi juga warisan geologi yang unik, budaya yang kaya, serta masyarakat yang ramah dan peduli terhadap kelestarian lingkungan," ujar Sastra.
Ia menjelaskan, status
UNESCO Global Geopark yang disandang Belitung merupakan aset yang harus dijaga
bersama. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung melalui Dinas
Pariwisata terus bersinergi dengan Badan Pengelola Belitong UNESCO Global
Geopark, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Pemerintah Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung, pemerintah pusat, pelaku industri pariwisata, akademisi,
komunitas, hingga masyarakat dalam memperkuat tata kelola destinasi berbasis
konservasi.
Menurutnya, konsep geopark tidak hanya berorientasi pada pelestarian situs geologi, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, edukatif, dan berbasis potensi lokal.
![]() |
| Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Sastra Yuni Ardi, S.STP., M.A.P. |
"Pariwisata yang kami bangun bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi bagaimana setiap kunjungan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengurangi nilai kelestarian alam dan budaya. Itulah semangat utama dari UNESCO Global Geopark yang terus kami implementasikan di Belitung," katanya.
Sastra menilai, kegiatan
internasional tersebut juga akan memberikan dampak positif terhadap promosi daerah.
Kehadiran para delegasi dunia diyakini akan memperluas jaringan kerja sama
internasional sekaligus memperkenalkan berbagai destinasi unggulan Belitung,
mulai dari geosite, wisata bahari, kuliner khas, produk UMKM, hingga kekayaan
seni dan budaya masyarakat.
"Kami berharap seluruh peserta mendapatkan pengalaman terbaik selama berada di Belitung. Mereka akan melihat secara langsung keindahan bentang alam granit, pesona pantai-pantai Belitung, kekayaan budaya lokal, serta bagaimana masyarakat hidup berdampingan dengan alam melalui prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan," jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Belitung telah melakukan berbagai persiapan bersama seluruh pemangku
kepentingan guna memastikan penyelenggaraan kegiatan berjalan lancar, mulai
dari kesiapan destinasi wisata, pelayanan kepada tamu, hingga koordinasi lintas
sektor.
Menurut Sastra,
keberhasilan penyelenggaraan agenda internasional tersebut tidak hanya menjadi
tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh masyarakat
Belitung sebagai tuan rumah.
"Keramahan masyarakat Belitung merupakan salah satu kekuatan utama pariwisata kita. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu yang datang. Kesan positif yang mereka bawa pulang akan menjadi promosi terbaik bagi Belitung di mata dunia," ungkapnya.
Sastra optimistis, melalui
kegiatan Belitung UNESCO Global Geopark 2026, nama Belitung akan semakin
dikenal sebagai destinasi unggulan Indonesia yang mampu menggabungkan konservasi
alam, pelestarian budaya, pendidikan, dan pengembangan ekonomi masyarakat
secara berkelanjutan.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sukses sebagai agenda internasional, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Belitung sebagai destinasi geowisata kelas dunia. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami yakin Belitung akan terus berkembang sebagai kebanggaan Indonesia di kancah internasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tutup Sastra Yuni Ardi.
Red/3W@


