Tanjungpandan, BernasTV – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Belitung mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) usulan dana hibah tahun anggaran 2027 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Senin (10/08/2026).
Kegiatan tersebut turut
diikuti sejumlah lembaga keagamaan dan kemasyarakatan lainnya, yakni Majelis
Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia
(IPHI) Kabupaten Belitung, dan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Belitung.
![]() |
| Monev Usulan Dana Hibah 2027 oleh Bagian Kesra Pemkab Belitung di Kantor Baznas, Senin (10/08/2026) |
Ketua BAZNAS Kabupaten
Belitung, Firmansyah,
S.E., S.H., M.H., mengatakan BAZNAS mendukung penuh proses
evaluasi yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk penerapan sistem digital
dalam pengajuan dana hibah.
Menurutnya, pengajuan dana
hibah tahun anggaran 2027 telah didigitalisasi secara terintegrasi melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah
Republik Indonesia (SIPD RI) atau platform elektronik daerah
masing-masing.
“Pengajuan dana hibah tahun anggaran 2027 telah didigitalisasi secara terintegrasi melalui aplikasi SIPD RI atau platform elektronik daerah masing-masing. Instansi atau lembaga wajib melakukan pendaftaran akun, input data usulan, dan mengunggah dokumen proposal secara online agar usulan dapat diverifikasi dan diproses lebih lanjut,” ujar Firmansyah.
Firmansyah menilai
penerapan sistem digital tersebut menjadi langkah positif dalam meningkatkan
tertib administrasi, transparansi, serta akuntabilitas dalam proses pengajuan
dana hibah.
“Kami dari BAZNAS Kabupaten Belitung tentu mendukung
proses ini. Digitalisasi pengajuan hibah membuat seluruh proses lebih tertib
dan terdokumentasi. Karena itu, kami berupaya memastikan setiap data dan
dokumen yang menjadi persyaratan dapat dipenuhi dengan baik,” katanya.
![]() |
| Ketua Baznas Belitung, Firmansyah |
Ia menegaskan, dukungan dana hibah yang diajukan BAZNAS nantinya akan diarahkan untuk mendukung program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang paling penting bagi kami bukan hanya proses pengajuannya, tetapi bagaimana program yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. BAZNAS berkomitmen menjaga amanah dan melaksanakan setiap program secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Firmansyah.
BAZNAS Kabupaten Belitung
selama ini memiliki peran dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah serta
penyalurannya kepada masyarakat yang berhak menerima. Karena itu, koordinasi
dengan pemerintah daerah menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung
program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan monev
tersebut, BAZNAS juga terus memperkuat koordinasi dengan Bagian Kesra Pemkab
Belitung terkait program dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun
anggaran 2027.
Firmansyah berharap sinergi
antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Belitung dapat terus ditingkatkan,
khususnya dalam mendukung berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap sinergi antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Belitung terus berjalan dengan baik. Dengan kolaborasi dan komunikasi yang kuat, program-program sosial, keagamaan dan pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih optimal dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Kegiatan monev tersebut
sekaligus menjadi momentum bagi BAZNAS, MUI, IPHI dan IKADI Kabupaten Belitung
untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung pembangunan bidang keagamaan dan
sosial kemasyarakatan di Kabupaten Belitung.
Red/3W@



