Ditemui di sela-sela kegiatannya, di Pasar Baro Tanjungpandan, Senin (13/7/2026), Ketua Forum Nelayan Baro (FNB) Tanjungpandan, Erwin, mengatakan kelangkaan Pertalite sangat dirasakan oleh para nelayan, khususnya nelayan bagan dan nelayan cumi yang bergantung pada genset sebagai sumber penerangan saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut.
![]() |
| Erwin, Ketua Forum Nelayan Baro Tanjungpandan |
"Beberapa hari terakhir kami sangat kesulitan mendapatkan Pertalite. Padahal bahan bakar ini digunakan untuk menghidupkan genset sebagai penerangan saat melaut. Tanpa penerangan, khususnya bagi nelayan bagan dan nelayan cumi, kami tidak bisa beroperasi sehingga banyak nelayan yang terpaksa tidak melaut," ujar Erwin.
Ia menambahkan, kondisi tersebut secara langsung berdampak pada pendapatan nelayan. Setiap hari tidak melaut berarti tidak ada hasil tangkapan yang dapat dijual, sementara kebutuhan hidup keluarga tetap harus dipenuhi.
Forum Nelayan Baro Tanjungpandan berharap pasokan BBM jenis Pertalite segera kembali normal agar aktivitas penangkapan ikan dapat berjalan seperti biasa. Selain itu, forum juga meminta adanya perhatian dari pihak terkait agar kebutuhan BBM bagi nelayan tetap menjadi prioritas, mengingat sektor perikanan merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat pesisir di Belitung.
![]() |
| Dermaga Baro Tanjungpandan |
Rls/3W@



