TpO0TUC8TUG6BUA9TSA5BSr7Td==
BERITA
TERKINI

Antrean BBM Mengular Hingga 300 Meter di Sejumlah SPBU Tanjungpandan, Warga Sempat Khawatir Pasokan Terganggu, Ternyata ini Pemicunya....

Ukuran huruf
Print 0

BernasTV, Tanjungpandan – Pemandangan tak biasa terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin pagi (13/07/2026). Ratusan kendaraan roda empat tampak mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), dengan panjang antrean diperkirakan mencapai hingga sekitar 300 meter.

Pantauan awak media di lapangan menunjukkan antrean kendaraan sudah mengular sejak pagi hari dan terjadi di beberapa SPBU. SPBU Jl. Jendral Sudirman, Jl. Gatot Subroto, Pilang terlihat sama.Kondisi tersebut menyebabkan arus keluar-masuk kendaraan di sekitar lokasi pengisian BBM menjadi lebih padat dibanding hari-hari biasanya.

Salah seorang warga, Rudi, mengaku sudah mengantre sejak pagi namun hingga berita ini ditayangkan belum juga mendapatkan BBM. Ia mengatakan masih menunggu pasokan mobil tangki BBM ke SPBU.

"Saya sudah dari pagi antre, tapi sampai sekarang belum dapat BBM. Katanya masih menunggu mobil tangki datang ke SPBU," ujar Rudi saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, konsumen lainnya mengaku terpaksa beralih menggunakan BBM jenis Pertamax karena stok Pertalite di SPBU belum tersedia. Meski harus mengeluarkan biaya lebih besar, ia memilih tetap membeli agar aktivitasnya tidak terganggu.

"Saya mau tidak mau membeli BBM jenis Pertamax, karena Pertalite belum masuk. Daripada aktivitas saya jadi terhambat karena tangki kendaraan saya sudah kosong," ungkap PT, salah seorang konsumen.

Fenomena ini bukan hanya terjadi pada Senin pagi. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, antrean serupa telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Meningkatnya jumlah kendaraan yang mengisi BBM juga berdampak pada penjualan BBM eceran jenis Pertalite, yang kini dipasarkan dengan harga berkisar antara Rp13.000 hingga Rp14.000 per liter, jauh di atas harga resmi di SPBU.

Antrean kendaraan mengisi BBM terlihat mengular sampai di depan salah satu kantor Media Cetak, Senin (13/07/2026), Pkl. 11.45 WIB
Situasi tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Banyak warga menduga antrean panjang terjadi karena pasokan BBM ke Pulau Belitung mengalami keterlambatan. Bahkan, beredar anggapan bahwa kapal pengangkut BBM tidak dapat bersandar akibat cuaca ekstrem yang beberapa waktu terakhir melanda perairan Belitung.

Kekhawatiran tersebut kemudian berkembang menjadi pembicaraan di berbagai kalangan. Sebagian masyarakat memilih segera mengisi penuh tangki kendaraan mereka karena khawatir stok BBM akan menipis. Kondisi inilah yang diduga memicu meningkatnya permintaan dalam waktu bersamaan.

Namun, informasi mengenai terganggunya pasokan BBM dipastikan tidak benar.

Saat dikonfirmasi awak media, sumber internal Jober memastikan bahwa distribusi BBM menuju Belitung tetap berjalan normal sesuai jadwal. Tidak ada kendala operasional maupun hambatan akibat cuaca yang menyebabkan keterlambatan pasokan.

"Kapal pengangkut masuk ke Belitung rutin sesuai jadwal, tidak ada kendala. Untuk hari ini (Senin, red) akan didistribusikan ke SPBU di Tanjungpandan," terang sumber internal Jober.

Keterangan tersebut sekaligus membantah isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai kelangkaan BBM akibat distribusi yang terhambat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, antrean panjang lebih disebabkan meningkatnya pembelian masyarakat secara bersamaan atau Panic Buying, bukan karena pasokan BBM berkurang. Ketika isu kelangkaan mulai beredar, sebagian konsumen memilih membeli BBM lebih banyak dari kebutuhan biasanya sebagai langkah antisipasi. Akibatnya, volume kendaraan yang datang ke SPBU meningkat signifikan dan memicu antrean panjang.

Antrean kendaraan mengisi BBM terlihat mengular sampai di depan salah satu kantor Media Cetak, Senin (13/07/2026), Pkl. 11.45 WIB
Praktik panic buying seperti ini kerap terjadi ketika muncul kekhawatiran akan terbatasnya pasokan suatu komoditas. Padahal, selama distribusi berjalan normal, stok BBM tetap akan tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Dengan membeli sesuai kebutuhan, distribusi BBM dapat berlangsung lebih lancar, antrean di SPBU dapat berkurang, dan seluruh konsumen tetap memperoleh pelayanan secara merata tanpa harus menunggu dalam waktu lama.

Rls/3W@


Antrean BBM Mengular Hingga 300 Meter di Sejumlah SPBU Tanjungpandan, Warga Sempat Khawatir Pasokan Terganggu, Ternyata ini Pemicunya....
Periksa Juga
Selanjutnya..
Tautan berhasil disalin