Pantauan awak media di
lapangan menunjukkan antrean kendaraan sudah mengular sejak pagi hari dan
terjadi di beberapa SPBU. SPBU Jl. Jendral Sudirman, Jl. Gatot Subroto, Pilang
terlihat sama.Kondisi tersebut menyebabkan arus keluar-masuk kendaraan di
sekitar lokasi pengisian BBM menjadi lebih padat dibanding hari-hari biasanya.
Salah seorang warga, Rudi,
mengaku sudah mengantre sejak pagi namun hingga berita ini ditayangkan belum
juga mendapatkan BBM. Ia mengatakan masih menunggu pasokan mobil tangki BBM ke
SPBU.
"Saya sudah dari pagi antre, tapi sampai sekarang belum dapat BBM. Katanya masih menunggu mobil tangki datang ke SPBU," ujar Rudi saat ditemui di lokasi.
"Saya mau tidak mau membeli BBM jenis Pertamax, karena Pertalite belum masuk. Daripada aktivitas saya jadi terhambat karena tangki kendaraan saya sudah kosong," ungkap PT, salah seorang konsumen.
![]() |
| Antrean kendaraan mengisi BBM terlihat mengular sampai di depan salah satu kantor Media Cetak, Senin (13/07/2026), Pkl. 11.45 WIB |
Kekhawatiran tersebut kemudian berkembang menjadi pembicaraan di berbagai kalangan. Sebagian masyarakat memilih segera mengisi penuh tangki kendaraan mereka karena khawatir stok BBM akan menipis. Kondisi inilah yang diduga memicu meningkatnya permintaan dalam waktu bersamaan.
Namun, informasi mengenai terganggunya pasokan BBM dipastikan tidak benar.
Saat dikonfirmasi awak media, sumber internal Jober memastikan bahwa distribusi BBM menuju Belitung tetap berjalan normal sesuai jadwal. Tidak ada kendala operasional maupun hambatan akibat cuaca yang menyebabkan keterlambatan pasokan.
"Kapal pengangkut masuk ke Belitung rutin sesuai jadwal, tidak ada kendala. Untuk hari ini (Senin, red) akan didistribusikan ke SPBU di Tanjungpandan," terang sumber internal Jober.
Keterangan tersebut sekaligus membantah isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai kelangkaan BBM akibat distribusi yang terhambat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, antrean panjang lebih disebabkan meningkatnya pembelian masyarakat secara bersamaan atau Panic Buying, bukan karena pasokan BBM berkurang. Ketika isu kelangkaan mulai beredar, sebagian konsumen memilih membeli BBM lebih banyak dari kebutuhan biasanya sebagai langkah antisipasi. Akibatnya, volume kendaraan yang datang ke SPBU meningkat signifikan dan memicu antrean panjang.
![]() |
| Antrean kendaraan mengisi BBM terlihat mengular sampai di depan salah satu kantor Media Cetak, Senin (13/07/2026), Pkl. 11.45 WIB |
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Dengan membeli sesuai kebutuhan, distribusi BBM dapat berlangsung lebih lancar, antrean di SPBU dapat berkurang, dan seluruh konsumen tetap memperoleh pelayanan secara merata tanpa harus menunggu dalam waktu lama.
Rls/3W@



