TpO0TUC8TUG6BUA9TSA5BSr7Td==
BERITA
TERKINI

Elvanadi, S.E.: 43 Tahun Menjadi Bagian dari Desa Air Merbau, Mengabdi dengan Pengalaman

Ukuran huruf
Print 0

 
"Bagi saya, desa bukan sekadar tempat tinggal. Desa adalah rumah yang membentuk siapa diri saya hari ini."

Kalimat sederhana itu menggambarkan arah langkah Elvanadi, S.E., sosok yang akrab disapa Bang Ivan, ketika memutuskan maju sebagai Calon Kepala Desa Air Merbau Nomor Urut 3 pada Pemilihan Kepala Desa Air Merbau Tahun 2026.

Dari Kampung Halaman, Untuk Kampung Halaman

Keputusan tersebut bukan lahir dari perjalanan yang singkat. Ia merupakan akumulasi dari pengalaman hidup selama lebih dari empat dekade, dibentuk oleh lingkungan desa, dunia profesional, organisasi sosial, hingga interaksi dengan berbagai lapisan masyarakat.

Selama 43 tahun, Bang Ivan hidup dan tumbuh di Jalan Kerjan, Desa Air Merbau. Di desa inilah ia mengenal arti kebersamaan, gotong royong, dan nilai-nilai kehidupan yang menjadi fondasi dalam setiap langkahnya.

Meniti Jalan Pengabdian Sejak Muda

Berangkat dari kedekatan dengan masyarakat, ia mulai aktif dalam berbagai kegiatan sosial sejak menyelesaikan pendidikan strata satu. Sekembalinya ke kampung halaman, ia dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan Karang Taruna Desa Air Merbau, sebuah ruang yang mempertemukannya dengan berbagai persoalan sosial sekaligus menjadi tempat belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi, dan pentingnya kerja kolektif.

Baginya, organisasi bukan sekadar wadah berkegiatan. Organisasi adalah sekolah kehidupan, tempat seseorang belajar mendengar, memahami, sekaligus mencari jalan keluar bagi persoalan masyarakat.

Pengalaman Profesional Membentuk Karakter

Perjalanan berikutnya membawanya memasuki dunia perbankan. Sebagai seorang Bankir, Bang Ivan menjalani profesi yang menuntut integritas, ketelitian, disiplin, serta kemampuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Lingkungan profesional tersebut membentuk pola pikir yang sistematis dan bertanggung jawab. Ia terbiasa bekerja berdasarkan perencanaan, akuntabilitas, serta ketepatan dalam mengambil keputusan—nilai-nilai yang diyakininya juga penting dalam tata kelola pemerintahan desa.

Aktif di Berbagai Bidang

Namun perjalanan Bang Ivan tidak berhenti di dunia perbankan. Di luar profesinya, ia tetap aktif dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan. Kiprahnya menjangkau organisasi kepemudaan, dunia pers, hingga sektor pariwisata.

Keberagaman pengalaman tersebut memperluas cara pandangnya terhadap pembangunan. Ia menyaksikan secara langsung bagaimana sebuah komunitas dapat berkembang ketika komunikasi berjalan baik, kolaborasi dibangun, dan masyarakat diberi ruang untuk berpartisipasi.

Berinteraksi dengan berbagai kalangan juga membuatnya memahami bahwa setiap persoalan memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki gagasan, tetapi juga harus mampu mendengar, merangkul, dan menghadirkan solusi yang dapat diterima masyarakat.

Kini, setelah menempuh perjalanan panjang tersebut, Bang Ivan memilih kembali memusatkan perhatian kepada tanah kelahirannya.

Keputusannya maju dalam Pilkades Air Merbau tidak semata dipandang sebagai bagian dari sebuah kontestasi demokrasi desa. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai kesempatan untuk mengembalikan pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun kepada masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Bagi Bang Ivan, desa merupakan fondasi pembangunan bangsa. Dari desa lahir sumber daya manusia, tumbuh perekonomian rakyat, berkembang budaya lokal, serta terbangun semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Indonesia.

Atas dasar itulah ia ingin hadir lebih dekat dengan warga Air Merbau—lebih banyak mendengar aspirasi, memahami kebutuhan masyarakat, dan mengambil bagian dalam proses pembangunan desa secara bersama-sama.

Menurutnya, pengalaman yang dimiliki sebagai aktivis kepemudaan, bankir, insan pers, maupun pelaku pariwisata bukanlah pencapaian yang layak dibanggakan semata. Semua pengalaman tersebut adalah amanah yang sewajarnya dikembalikan untuk kepentingan masyarakat.

Dalam Pilkades Air Merbau Tahun 2026, Nomor Urut 3 menjadi simbol langkah baru dalam perjalanan pengabdiannya.

Harapan untuk Air Merbau

Melalui kesempatan ini, Bang Ivan memohon doa restu serta dukungan masyarakat Desa Air Merbau agar niatnya untuk kembali mengabdi dapat diwujudkan melalui kerja nyata, komunikasi yang terbuka, dan semangat membangun desa bersama seluruh elemen masyarakat.

Baginya, kepemimpinan bukan tentang siapa yang berada di depan, melainkan tentang bagaimana seorang pemimpin mampu berjalan bersama masyarakat, mendengar setiap aspirasi, serta memastikan bahwa setiap kebijakan berpijak pada kebutuhan warga.

Bagi Bang Ivan, perjalanan hidup selama 43 tahun di Air Merbau bukan sekadar catatan waktu. Perjalanan itu adalah ikatan batin dengan kampung halaman yang kini mendorongnya kembali ke jalan pengabdian.

"Mohon doa restu dan dukungan masyarakat Air Merbau. Insyaallah, apabila diberi amanah, saya ingin mengabdikan pengalaman, tenaga, dan pikiran untuk kemajuan desa yang kita cintai bersama."

Red/3W@

Elvanadi, S.E.: 43 Tahun Menjadi Bagian dari Desa Air Merbau, Mengabdi dengan Pengalaman
Periksa Juga
Selanjutnya..
Tautan berhasil disalin