TpO0TUC8TUG6BUA9TSA5BSr7Td==
BERITA
TERKINI

Dinda Rembulan Dorong Akuntabilitas Dana Desa, Kepala Desa di Belitung Diajak Bangun Tata Kelola yang Transparan dan Berkualitas

Ukuran huruf
Print 0
 BernasTV, Tanjungpandan – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa bertema "Tata Kelola Keuangan Desa yang Berkualitas dalam Rangka Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa" di Kantor Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Belitung, Senin (20/07/2026).
 
Workshop tersebut diikuti oleh seluruh kepala desa, perangkat desa, camat, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Belitung. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur pemerintah desa dalam mengelola keuangan desa secara transparan, akuntabel, efektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
 
Pertemuan ini juga mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Perwakilan DPD RI yang diwakili anggota DPD RI Dinda Rembulan, BA., Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), BPKP Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kehadiran seluruh unsur tersebut memberikan ruang konsultasi langsung bagi pemerintah desa untuk memperoleh kepastian informasi terkait pengelolaan Dana Desa, sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan kebijakan.
 
Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa workshop dirancang sebagai wadah untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi tata kelola pemerintahan desa. Selama ini masih terdapat berbagai persepsi dan informasi yang berbeda di tingkat desa mengenai pengelolaan Dana Desa.
 
Melalui forum ini, seluruh pertanyaan dapat dijawab secara langsung oleh instansi yang memiliki kewenangan.
 
BPKP juga menegaskan bahwa perannya bukan sebagai lembaga penyidik, melainkan sebagai mitra konsultatif pemerintah daerah dan pemerintah desa. BPKP hadir untuk membantu mengidentifikasi berbagai persoalan, memahami kendala yang dihadapi desa, memberikan pendampingan, serta mendiskusikan solusi, termasuk dalam proses penyaluran maupun pengelolaan Dana Desa agar berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Dinda Rembulan menjelaskan bahwa lembaganya memiliki fungsi pengawasan terhadap Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).
“Pengawasan tersebut dilaksanakan melalui mekanisme check and balance dengan menghimpun berbagai masukan dari kepala desa, camat, pemerintah daerah, BPKP, serta KPPN sebagai perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan di daerah.” Jelas Dinda. 
Menurutnya, mekanisme tersebut bertujuan menciptakan sinkronisasi kebijakan sehingga seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai pengelolaan Dana Desa serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan secara bersama-sama.

Dalam sesi dialog, sejumlah persoalan yang berkembang di desa-desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut menjadi perhatian, khususnya mengenai berkurangnya alokasi Dana Desa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, perwakilan DPD RI menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan pemerintah desa akan dihimpun secara komprehensif untuk diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi kebijakan.
 
Dinda juga menegaskan komitmennya untuk mengawal agar penyaluran Dana Desa dapat direalisasikan secara optimal tanpa hambatan administratif yang dapat mengganggu pelaksanaan pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat desa.
 
Selain memperkuat pemahaman mengenai tata kelola keuangan, workshop ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan desa agar lebih tepat sasaran, efektif, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui tema yang diusung, para peserta didorong membangun tata kelola keuangan desa yang berkualitas sebagai fondasi mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pengelolaan anggaran yang profesional diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembangunan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi ekonomi desa.
 
Kegiatan ini sekaligus menjadi forum pertukaran pengalaman antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam mengidentifikasi berbagai tantangan pengelolaan keuangan serta pembangunan desa. Berbagai masukan yang muncul diharapkan menjadi rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pelaporan penggunaan Dana Desa.
 
Melalui penyelenggaraan workshop tersebut, BPKP Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama DPD RI kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemerintah desa diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian desa demi kesejahteraan masyarakat.

Rls/3W@

Dinda Rembulan Dorong Akuntabilitas Dana Desa, Kepala Desa di Belitung Diajak Bangun Tata Kelola yang Transparan dan Berkualitas
Periksa Juga
Selanjutnya..
Tautan berhasil disalin