Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Sukatani, Desa Batu Itam, pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB, diproyeksikan menjadi salah satu titik berkumpulnya pecinta sepak bola untuk menyaksikan pertandingan paling bergengsi di dunia dalam suasana penuh kebersamaan.
Tak sekadar menyuguhkan tayangan laga final, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat dengan tokoh daerah. Dinda Rembulan ingin menjadikan olahraga sebagai jembatan untuk mempererat persatuan dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat Belitung.
"Final Piala Dunia adalah momen yang hanya hadir empat tahun sekali. Kami ingin masyarakat Belitung dapat menikmatinya bersama dalam suasana yang hangat, aman, dan penuh semangat persaudaraan. Semua kami undang, tanpa dipungut biaya," ujar Dinda.
Ia menilai sepak bola merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Karena itu, momentum laga final diharapkan menjadi ajang berkumpulnya masyarakat, mulai dari anak muda, keluarga, hingga para pencinta sepak bola dari berbagai komunitas.
Kegiatan nobar ini merupakan kolaborasi Matahari Pagi Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Matahari Pagi Indonesia Kabupaten Belitung sebagai bentuk komitmen menghadirkan kegiatan positif yang dekat dengan masyarakat.Dengan
mengusung semangat sportivitas dan persaudaraan, penyelenggara berharap nobar
ini menjadi momentum yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga
memperkuat kebersamaan masyarakat Belitung.
"Gratis, terbuka untuk umum, dan siap menjadi malam yang tak terlupakan bagi para pencinta sepak bola di Belitung."
Rls/3W@


