BernasTV, Belitung – Terkait keluhan pelanggan di bulan Mei 2026, Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Batu Mentas Belitung memberikan penjelasan terkait sering terhentinya suplai air bersih, terutama saat curah hujan deras yang mempengaruhi operasional teknis.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Batu Mentas, Munandar Motong, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keluhan ini.

"Saya mohon maaf kepada pelanggan. PDAM Tirta Batu Mentas mengambil langkah preventif yang standar namun krusial selama musim hujan deras disertai petir ini. Panel elektronik dan  pompa transmisi di Embung Batu Mentas sangat sensitif terhadap lonjakan listrik (surge) akibat sambaran petir di sekitar area Embung."

"Jika dipaksakan beroperasi saat cuaca ekstrem disertai petir, risiko kerusakan permanen pada motor pompa jauh lebih besar, yang justru bisa menyebabkan penghentian layanan air dalam waktu yang jauh lebih lama untuk perbaikan”, ujar Munandar, Selasa (05/05/2026).

Langkah Engine Off yang diambil PDAM Tirta Batu Mentas memang langkah preventif yang standar namun krusial. Panel elektronik dan pompa transmisi di Embung Batu Mentas  sangat sensitif terhadap lonjakan listrik (surge) akibat sambaran petir di sekitar area Embung.

Jika dipaksakan beroperasi saat cuaca ekstrem disertai petir, risiko kerusakan permanen pada motor pompa jauh lebih besar, yang justru bisa menyebabkan penghentian layanan air dalam waktu yang jauh lebih lama untuk perbaikan. Hal ini tentunya berdampak kepada seluruh pelanggan karena distribusi air bersih lumpuh.

Biasanya, setelah cuaca membaik, petugas memerlukan waktu untuk proses priming atau pengisian kembali pipa yang kosong sebelum air terdistrbusi sampai ke rumah pelanggan.

Lanjut Munandar, sebagai Kompensasi pihaknya menambah jam operasional sesuai jumlah jam terhentinya suplai air bersih ke pelanggan.

“Langkah kompensasi dengan menambah jam operasional ini sangat penting untuk memastikan volume air yang sempat "hilang" selama Engine Off tetap tersalurkan ke pelanggan. Apabila Jam Terhentinya pasokan selama 2 jam, maka kami akan menambah waktu operasional menjadi 2 jam juga”, Jelasnya.

Berikut beberapa hal yang biasanya terjadi saat penambahan jam operasional dilakukan :  
  • Pemulihan Tekanan: Tambahan waktu operasional membantu memulihkan tekanan di pipa-pipa utama lebih cepat, terutama untuk pelanggan yang berada di wilayah ujung atau perbukitan.
  • Normalisasi Suplai : Jika mesin mati selama 3 jam karena petir, maka operasional biasanya diperpanjang 3 jam juga di luar jadwal rutin untuk mengejar target distribusi harian.
  • Kejernihan Air : Penambahan jam ini juga membantu membuang endapan atau udara yang mungkin terjebak di pipa saat aliran sempat terhenti, sehingga kualitas air kembali jernih.
“Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan, Ini adalah bentuk tanggung jawab layanan agar hak pelanggan tetap terpenuhi meskipun ada gangguan alam yang tidak terhindarkan” tutupnya.

Ilustrasi : Bak Mandi Warga Kosong terdampak layanan distribusi air bersih di musim hujan
Pelanggan diimbau untuk selalu menyediakan cadangan air di bak penampungan selama musim penghujan ini sebagai antisipasi jika penghentian darurat serupa dilakukan kembali.

Dengan penjelasan ini, diharapkan pelayanan air bersih dapat berjalan normal dan pelanggan dapat memahami situasi ini.

*Rls/3W@