Tanjungpandan, BernasTV — Kabut asap menyelimuti Kota Tanjungpandan dan sejumlah wilayah di sekitarnya sejak Sabtu (26/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat jarak pandang secara visual berkurang dan langit tampak kelabu, dengan pantauan tutupan awan dan kabut dilaporkan mencapai sekitar 97 persen.
Kondisi udara kabur di wilayah Belitung juga sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Untuk wilayah perairan Pulau Belitung bagian timur, BMKG memprakirakan kondisi “udara kabur” pada pukul 06.00 dan 09.00 WIB, Sabtu 26 September 2026.
Sementara itu, BMKG dalam prakiraan cuaca Indonesia periode 22–28 September 2026 menyebut sebaran asap dan kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian. BMKG mencatat adanya laporan kejadian karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kepulauan Bangka Belitung.
Meski demikian, kondisi langit yang tertutup hingga sekitar 97 persen tidak serta-merta dapat diartikan sebagai konsentrasi kabut asap sebesar 97 persen. Untuk menentukan tingkat pencemaran dan kategori kualitas udara diperlukan pengukuran parameter polutan, antara lain konsentrasi PM2.5. BMKG sendiri menggunakan konsentrasi PM2.5 dalam informasi peringatan dini kualitas udara ekstrem.
Dinkes Belitung Keluarkan Imbauan
Menyikapi kondisi kabut asap tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tetap menjaga kesehatan, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.
Dalam imbauannya, Dinkes meminta masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi serta memperbanyak buah dan sayuran guna membantu menjaga kondisi tubuh.
Selain itu, warga diingatkan untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup serta menghindari paparan asap rokok maupun sumber polusi udara lainnya.
Bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya keluhan pada sistem pernapasan, Dinkes mengimbau agar segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
Kelompok yang relatif lebih rentan terhadap paparan polusi udara, seperti anak-anak, lanjut usia serta orang dengan gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian lebih selama kondisi udara berkabut.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Kabut yang terlihat cukup pekat sejak pagi turut menjadi perhatian masyarakat karena kondisi langit Tanjungpandan berbeda dibandingkan hari-hari normal.
Dinkes Belitung melalui materi imbauannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan bersama agar masyarakat tetap kuat dan produktif di tengah kondisi kabut asap.
Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kondisi udara, terutama pembakaran sampah maupun pembakaran terbuka lainnya.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan BMKG untuk Pelabuhan Tanjung Pandan, kondisi cuaca pada Sabtu dini hari hingga pagi diprakirakan cerah berawan, sedangkan pada malam hari terdapat prakiraan udara kabur.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat data dalam sumber yang kami verifikasi yang dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa angka 97 persen merupakan tingkat konsentrasi kabut asap atau kategori kualitas udara Tanjungpandan. Karena itu, masyarakat disarankan mengikuti informasi kualitas udara dan perkembangan cuaca dari instansi resmi.
“Jaga kesehatan kita bersama, agar tetap kuat dan produktif meski di tengah kabut asap,” demikian pesan yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dalam imbauannya.


