HUT ke-81 TNI Jadi Momentum Sinergi TNI-Polri, Pemerintah, Stakeholder Maritim dan Nelayan Menjaga Laut Belitung
Belitung, BernasTV – Semangat “Jalesveva Jayamahe” — Justru di Laut Kita Jaya menggema dari pesisir Belitung. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung menggelar aksi bersih-bersih Pantai Tanjungpendam, Kabupaten Belitung, Jumat (18/09/2026).
Tak hanya membersihkan kawasan pesisir, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara TNI dengan rakyat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang menggantungkan kehidupannya dari laut.
Kegiatan mengusung tema “Aku Cinta Laut, Melalui Pembersihan Pantai Tanjung Pendam dalam Rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di Wilayah Belitung | TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.”
Melalui tema tersebut, Lanal Bangka Belitung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum HUT TNI sebagai gerakan nyata menjaga kebersihan kawasan pesisir dan kelestarian lingkungan laut di Kabupaten Belitung.
Aksi bersih Pantai Tanjungpendam melibatkan personel Lanal Bangka Belitung bersama berbagai unsur terkait, di antaranya Kodim 0414/Belitung, Yon TP 845/Ksatria Satam, Lanud H.A.S. Hanandjoeddin, Polres Belitung, USS Tanjungpandan, Polairud Tanjungpandan, KSOP Kelas IV Tanjungpandan, ASDP Belitung, KPPBC TMP C Tanjungpandan, HNSI, serta para nelayan.
Mereka turun bersama menyisir kawasan Pantai Tanjungpendam dan membersihkan sampah yang berada di lingkungan pesisir.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa menjaga laut bukan pekerjaan satu institusi. Pemerintah, TNI-Polri, stakeholder maritim, nelayan hingga masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga lingkungan pesisir.
Apalagi bagi Kabupaten Belitung yang memiliki kekayaan bahari serta menjadikan kawasan pantai sebagai salah satu kekuatan sektor pariwisata dan sumber penghidupan masyarakat.
Nuansa kebersamaan semakin terasa ketika Lanal Bangka Belitung turut menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat nelayan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial kepada masyarakat pesisir sekaligus memperkuat kedekatan antara TNI Angkatan Laut dengan nelayan.
Bagi nelayan, laut merupakan ruang kerja sekaligus sumber kehidupan. Karena itu, kepedulian terhadap masyarakat pesisir berjalan beriringan dengan upaya menjaga laut agar tetap bersih dan lestari.
Komandan Lanal Bangka Belitung Kolonel Marinir Yulindo, S.E., M.M., CRMP., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun dan mempertahankan sinergi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat.
![]() |
| Komandan Lanal Bangka Belitung Kolonel Marinir Yulindo, S.E., M.M., CRMP. |
Menurutnya, komunikasi serta kerja sama yang baik menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Sinergi dan kebersamaan harus terus kita jaga. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat kita hadapi bersama,” ujar Danlanal.
Semangat tersebut terlihat dari banyaknya unsur yang terlibat dalam aksi bersih Pantai Tanjungpendam. Berbagai instansi yang memiliki tugas dan fungsi berbeda dapat berada dalam satu gerakan bersama untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan.
Momentum HUT ke-81 TNI pun menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan semangat TNI kuat bersama rakyat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Aksi bersih Pantai Tanjungpendam juga memiliki keterkaitan kuat dengan semboyan TNI Angkatan Laut, Jalesveva Jayamahe, yang bermakna “Justru di Laut Kita Jaya.”
Semangat menjaga laut tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pertahanan dan menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan maritim serta masyarakat pesisir.
Laut yang bersih dan lestari akan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya nelayan yang setiap hari bergantung pada sumber daya laut. Pada saat bersamaan, kebersihan kawasan pesisir turut mendukung daya tarik pariwisata Belitung.
Karena itu, gerakan membersihkan pantai menjadi pesan sederhana namun penting: mencintai laut harus diwujudkan dengan menjaganya.
Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Syamsir, S.I.Kom., mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut Belitung.
Menurut Syamsir, kondisi laut memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari keberlangsungan mata pencaharian nelayan hingga pengembangan sektor pariwisata daerah.
Ia mengingatkan bahwa potensi wisata bahari tidak akan memiliki arti apabila kondisi laut tidak dijaga.
“Orang tidak usah berbicara wisata kalau lautnya sudah warna coklat. Jadi kita harus jaga,” kata Syamsir.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa laut yang bersih merupakan salah satu modal penting bagi daerah kepulauan seperti Belitung.
Menjaga kondisi laut, lanjutnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Laut kita adalah sumber kehidupan dan juga aset daerah. Karena itu, mari kita jaga bersama.”
Keterlibatan nelayan dalam kegiatan tersebut memperkuat pesan bahwa upaya menjaga laut harus menyentuh masyarakat yang berinteraksi langsung dengan laut setiap hari.
Bagi nelayan, kebersihan laut bukan sekadar persoalan keindahan. Kondisi perairan dan ekosistem laut berkaitan erat dengan aktivitas mencari nafkah serta keberlanjutan sumber daya perikanan.
Salah seorang perwakilan nelayan, Erwin menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang melibatkan masyarakat pesisir tersebut.
“Kami nelayan hidup dari laut. Kalau laut bersih dan terjaga, manfaatnya juga kembali kepada kami dan masyarakat. Karena itu kami senang bisa bersama-sama TNI dan semua pihak ikut menjaga pantai dan laut Belitung.” ujar Erwin
Nelayan juga berharap gerakan serupa dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menjadikan laut dan pantai sebagai tempat membuang sampah.
Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian masyarakat. Pantai Tanjungpendam merupakan salah satu kawasan publik dan destinasi wisata yang banyak dikunjungi warga maupun wisatawan.
Warga berharap aksi bersih pantai tidak hanya menghasilkan lingkungan yang bersih pada hari pelaksanaan, tetapi mampu membangun kebiasaan menjaga kebersihan dalam jangka panjang.
“Tanjungpendam ini salah satu wajah Tanjungpandan. Kami tentu senang TNI bersama pemerintah, nelayan dan masyarakat turun membersihkan pantai. Harapannya setelah kegiatan ini kita semua semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan.” jelas Anto
Menurutnya, menjaga kebersihan pantai akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus menciptakan kesan positif bagi wisatawan yang berkunjung ke Belitung.
Aksi bersih Pantai Tanjungpendam memberikan warna tersendiri dalam rangkaian HUT ke-81 TNI di wilayah Belitung.
Kegiatan tersebut tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui gotong royong menjaga lingkungan dan berbagi kepada masyarakat nelayan.
Di Pantai Tanjungpendam, prajurit TNI, Polri, pemerintah, stakeholder maritim dan nelayan berada dalam satu gerakan. Mereka membawa pesan bahwa laut adalah milik bersama, sumber kehidupan bersama, dan karena itu harus dijaga bersama.
Semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur” pun menemukan bentuk konkretnya melalui kebersamaan di tengah masyarakat.
Dari pesisir Tanjungpendam, pesan itu ditegaskan kembali: mencintai Indonesia sebagai negara maritim berarti mencintai lautnya, menjaga pantainya dan merawat kehidupan masyarakat pesisir.
Aku Cinta Laut. TNI Kuat Bersama Rakyat.
Jalesveva Jayamahe — Justru di Laut Kita Jaya.
Red/3W@






