Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu diikuti Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tanjungpandan M. Rolan, A.Md.IP., S.H., M.H., pejabat struktural, jajaran petugas, serta Warga Binaan.
Kehadiran Habib Ahmad Al-Habsyi menjadi momentum bagi para Warga Binaan untuk memperoleh penguatan spiritual sekaligus motivasi dalam menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan, M. Rolan, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Habib Ahmad Al-Habsyi hadir dan memberikan tausyiah serta motivasi keagamaan kepada Warga Binaan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Habib Ahmad Al-Habsyi di Lapas Tanjungpandan. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam mendukung pembinaan kepribadian, karena pembinaan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan, tetapi juga bagaimana membangun mental, spiritual, dan akhlak warga binaan,” ujar M. Rolan.
“Kami berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri. Jadikan masa pembinaan ini sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan ketika kembali ke tengah masyarakat nantinya dapat memberikan manfaat,” tambahnya.
Dalam tausyiahnya, Habib Ahmad Al-Habsyi mengajak Warga Binaan untuk tidak kehilangan harapan dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan pentingnya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyadari kesalahan tersebut, kemudian berusaha memperbaiki diri. Jangan pernah merasa bahwa pintu ampunan Allah tertutup. Selama kita mau kembali, bertaubat dan berusaha menjadi lebih baik, selalu ada jalan,” pesan Habib Ahmad Al-Habsyi.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi menjadi petunjuk dalam kehidupan. Ketika kita dekat dengan Al-Qur’an, insyaallah hati menjadi lebih tenang dan perilaku kita juga akan semakin baik,” tuturnya.
Kasubsi Registrasi, Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Buwanda, mengatakan pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan.
“Pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan di Lapas. Melalui kegiatan seperti tausyiah dan Safari Al-Qur’an, warga binaan diberikan ruang untuk mendapatkan motivasi, melakukan introspeksi, sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan,” ungkap Buwanda.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan dan terus berlanjut secara berkesinambungan. Harapannya, nilai-nilai keagamaan yang diperoleh tidak hanya berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial AM mengaku mendapatkan banyak pelajaran dan motivasi dari tausyiah Habib Ahmad Al-Habsyi.
“Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari tausyiah hari ini. Kami diingatkan untuk tidak terus melihat masa lalu, tetapi harus berusaha memperbaiki diri. Saya pribadi merasa kegiatan seperti ini memberikan ketenangan dan motivasi untuk menjadi lebih baik,” ujar AM.
“Semoga kegiatan seperti ini terus ada, karena sangat membantu kami untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi pengingat agar kami bisa berubah menjadi lebih baik,” tambahnya.
Melalui pembinaan berkelanjutan serta kolaborasi dengan berbagai pihak, Lapas Tanjungpandan berupaya mendorong Warga Binaan melakukan perubahan positif, meningkatkan kualitas akhlak, serta mempersiapkan diri agar mampu kembali dan berperan secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Red/3W@




