TpO0TUC8TUG6BUA9TSA5BSr7Td==
BERITA
TERKINI

Peternak Belitung Keluhkan Pengurangan DOC dan Anjloknya Harga Ayam, Pemda Diminta Segera Bertindak. Yahya : Peternak Ditekan, Masyarakat Menjerit

Ukuran huruf
Print 0

Tanjungpandan, BernasTV  –  Persoalan ketersediaan Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam kembali menjadi perhatian peternak ayam mandiri di Kabupaten Belitung. Pengurangan pasokan DOC dari perusahaan pembibitan dinilai semakin menyulitkan peternak mandiri, sementara populasi ayam dari sektor kemitraan perusahaan dinilai masih berjalan dan cukup besar.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Babel sekaligus perwakilan Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung, Yahya, mengatakan kondisi tersebut membuat peternak mandiri merasa kesulitan untuk mendapatkan bibit ayam sesuai kebutuhan produksi.

Yahya, Ketua PINSAR Babel & Aliansi Peternak Mandiri Belitung
Menurut Yahya, pengurangan DOC seharusnya tidak hanya berdampak kepada peternak mandiri. Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan distribusi bibit berlangsung secara adil dan tidak menempatkan peternak mandiri pada posisi yang semakin sulit.

“Sekarang peternak mandiri seakan-akan dianaktirikan. Mereka kesulitan mendapatkan bibit, sementara kemitraan perusahaan tetap berjalan. Ini yang harus dilihat pemerintah,” ujar Yahya.

Selain persoalan DOC, Yahya juga menyoroti tingginya populasi ayam dari sektor kemitraan yang menurutnya berpotensi menyebabkan kelebihan pasokan atau overcapacity di pasar Belitung.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat berpengaruh terhadap harga ayam di tingkat peternak. Ketika pasokan terlalu banyak, harga jual ayam dapat jatuh dan bahkan berada di bawah biaya pokok produksi yang harus dikeluarkan peternak.

DOC (Day Old Chick) / Bibit Ayam

“Populasi kemitraan ini luar biasa banyak. Akhirnya terjadi overcapacity, harga hancur. Ketika peternak mandiri panen, harga bisa jatuh jauh di bawah harga pokok produksi. Ini yang membuat peternak mandiri semakin tertekan,” katanya.

Yahya menilai persoalan tersebut membutuhkan pengaturan yang lebih baik dari pemerintah, khususnya dinas terkait. Menurutnya, yang perlu dilakukan bukan semata-mata membatasi kegiatan usaha, tetapi mengatur waktu masuknya DOC dan populasi ayam agar pasokan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ia menegaskan, pihaknya tidak menolak investasi maupun keberadaan investor di Bangka Belitung. Namun, investasi di sektor peternakan ayam diharapkan tetap memperhatikan keberadaan dan keberlangsungan usaha masyarakat lokal.

“Kami tidak anti investasi. Silakan investor masuk dan berinvestasi, tetapi jangan sampai investasi tersebut justru menyaingi atau mematikan usaha masyarakat, khususnya peternak mandiri,” tegas Yahya.

Pemda Diminta Jadi Wasit

Yahya meminta Pemerintah Kabupaten Belitung bersama dinas terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi peternakan ayam di daerah tersebut.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran sebagai regulator dan pengawas untuk menciptakan keseimbangan antara peternak mandiri, perusahaan, sektor kemitraan dan kebutuhan pasar.

 “Ini bukan tugas peternak. Pemerintah harus menjadi wasit, membuat keseimbangan di lapangan. Pengaturan populasi dan waktu masuknya bibit perlu dilakukan supaya tidak terjadi kelebihan pasokan,” ujarnya.

Yahya juga mempertanyakan narasi mengenai kebutuhan pasokan ayam di Belitung yang seolah-olah masih kekurangan. Menurutnya, berdasarkan kondisi di lapangan, persoalan yang terjadi justru berkaitan dengan pengaturan populasi dan distribusi.

“Dari dulu Belitung tidak pernah kekurangan ayam ketika peternak mandiri masih menjadi pemasok utama. Sekarang yang dibutuhkan adalah pengaturan, kapan DOC masuk dan berapa populasi yang dibutuhkan pasar. Itu harus dihitung dengan baik,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat sebelum persoalan harga dan keberlangsungan usaha peternak mandiri semakin memburuk.

Menurut Yahya, persoalan peternakan bukan sekadar persoalan bisnis, tetapi juga menyangkut kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah diminta tidak menganggap remeh kondisi yang dihadapi peternak.

“Urusan perut ini sangat sensitif di masyarakat. Jangan sampai persoalan ekonomi seperti ini dibiarkan dan kemudian menimbulkan masalah sosial. Belitung selama ini daerah yang damai, jangan sampai kondisi tersebut terganggu hanya karena persoalan harga dan keberlangsungan usaha masyarakat,” pungkasnya.

Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung dan Pinsar Babel berharap pemerintah segera mempertemukan seluruh pihak terkait, mulai dari peternak mandiri, perusahaan pembibitan, pelaku kemitraan, distributor, hingga dinas teknis.

Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret mengenai ketersediaan DOC, pengaturan populasi ayam, distribusi, stabilisasi harga, serta perlindungan terhadap keberlangsungan peternak mandiri di Belitung.

Red/3W@

Peternak Belitung Keluhkan Pengurangan DOC dan Anjloknya Harga Ayam,  Pemda Diminta Segera Bertindak.  Yahya : Peternak Ditekan, Masyarakat Menjerit
Periksa Juga
Selanjutnya..
Tautan berhasil disalin