Sebelumnya, kemunculan kapal tersebut sekitar 7 mil laut dari pesisir Pantai Tanjungpendam, tak jauh dari Pulau Kalimambang, sempat menimbulkan dugaan bahwa kapal tersebut merupakan kapal isap produksi.
![]() |
| Penampakan Kapal Besar yang sempat membuat heboh, Sumber : Tampilan Layar Unggahan status whatsapp, Erwin (Ketua Forum Nelayan Baro Tanjungpandan) |
Kekhawatiran muncul lantaran lokasi kapal berada di kawasan perairan yang masih menjadi jalur aktivitas dan wilayah tangkap nelayan setempat.
Namun, dugaan tersebut ditepis oleh pihak KSOP Kelas IV Tanjung Pandan. Iswandi dari KSOP Kelas IV Tanjung Pandan menegaskan bahwa kapal tersebut bukan kapal isap, melainkan kapal floating crane atau Floating Loading Facility (FLF).
“Kapal floating crane tersebut sedang dalam alur pelayaran dari Batam menuju muara pantai di wilayah Kalimantan Timur. Keberadaannya di perairan kita bukan untuk melakukan aktivitas operasional tambang atau penambangan, melainkan untuk keperluan darurat, yaitu melakukan pergantian Nakhoda kapal yang sedang mengalami sakit (crew change),” tegas Iswandi, Minggu (16/8/2026).
Menurut Iswandi, keberadaan kapal tersebut di perairan Tanjung Pandan bersifat sementara. Kapal berada di kawasan tersebut dalam rangka proses pergantian Nakhoda yang mengalami sakit (Crew Change) sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kalimantan Timur.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, KSOP memastikan keberadaan kapal tidak berkaitan dengan aktivitas penambangan di perairan Belitung.
Pihak KSOP Kelas IV Tanjung Pandan juga telah melakukan pemeriksaan administratif serta pengawasan terhadap aspek keselamatan pelayaran kapal tersebut.
Proses pergantian awak kapal atau crew change dilakukan sesuai dengan regulasi maritim yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran sekaligus menjaga kondisi kesehatan personel yang berada di atas kapal.
KSOP Tanjung Pandan mengimbau masyarakat, khususnya komunitas nelayan lokal, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Pihak otoritas pelabuhan memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan kapal tersebut hingga proses pergantian Nakhoda selesai.
Setelah proses tersebut rampung, kapal akan kembali melanjutkan pelayarannya menuju wilayah tujuan di Kalimantan Timur.
Klarifikasi dari KSOP ini sekaligus menjawab keresahan yang sebelumnya muncul di tengah masyarakat setelah kapal berukuran besar tersebut terlihat di perairan sekitar Tanjungpendam.
Floating Loading Facility (FLF) merupakan fasilitas terapung yang digunakan untuk mendukung aktivitas pemuatan dan pembongkaran material di laut.
Fasilitas ini dirancang untuk memungkinkan pemindahan material berat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pelabuhan tetap. Penggunaannya dapat menunjang berbagai kebutuhan proyek offshore maupun kegiatan maritim yang membutuhkan fleksibilitas dalam proses pemuatan dan pembongkaran.
FLF dapat dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, antara lain crane berkapasitas besar untuk memuat dan membongkar material, sistem pemuatan seperti conveyor belt, serta berbagai sistem pendukung lainnya untuk membantu proses pemindahan material.
Dalam kegiatan offshore, fasilitas semacam ini dapat digunakan untuk mendukung pemuatan maupun pembongkaran material berat di lokasi proyek, termasuk proyek konstruksi maritim, energi, serta kegiatan industri lepas pantai lainnya.
Dengan demikian, keberadaan kapal yang sempat diduga sebagai kapal isap di perairan Tanjung Pandan telah diklarifikasi oleh KSOP Kelas IV Tanjung Pandan sebagai floating crane/Floating Loading Facility yang sedang transit dari Batam menuju wilayah Kalimantan Timur.
Pihak KSOP juga menegaskan bahwa kapal tersebut tidak sedang melakukan aktivitas penambangan di perairan Belitung, melainkan berada di lokasi untuk keperluan pergantian Nakhoda karena kondisi kesehatan.
Klarifikasi ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat dan nelayan Belitung mengenai keberadaan kapal tersebut.
Red/3W@



