TpO0TUC8TUG6BUA9TSA5BSr7Td==
BERITA
TERKINI

Forum Nelayan Baro Ajak Seluruh Insan Maritim Bahu Membahu Jaga Rambu Laut, Erwin: Nelayan Senior Pun Masih Bergantung pada Penanda Alur Pelayaran

Ukuran huruf
Print 0
BernasTV, Tanjungpandan – Keselamatan pelayaran di perairan Pelabuhan Tanjungpandan menjadi perhatian serius berbagai unsur maritim di Kabupaten Belitung. Berangkat dari kondisi tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) Regional 2 Tanjungpandan menggelar Silaturahmi dan Koordinasi Insan Maritim dalam rangka Menjaga Keselamatan Berlayar dan Keamanan Rambu Laut Pelabuhan Tanjungpandan, yang berlangsung di Ruang Rapat Pelindo Regional 2 Tanjungpandan, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor kemaritiman, mulai dari Pelindo Regional 2 Tanjungpandan, KSOP Kelas IV Tanjungpandan, Forum Nelayan Baro, Kantor Distrik Navigasi Kelas I Palembang Stasiun Radio Pantai Tanjungpandan, Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, DPC INSA Belitung, Pos TNI AL Mendanau, Mako Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Sat Polair Polres Belitung, hingga PT Pelindo Jasa Maritim Cabang Tanjungpandan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan namun tetap serius. Berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian para pelaku usaha maritim dan nelayan dibahas secara terbuka, khususnya mengenai keberadaan rambu penanda alur pelayaran atau buoy yang beberapa kali mengalami kehilangan setelah dipasang.

Persoalan tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada aktivitas kapal-kapal besar yang keluar masuk Pelabuhan Tanjungpandan, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan ratusan nelayan tradisional yang setiap hari melaut menggunakan perahu berukuran kecil.

Ketua Forum Nelayan Baro Tanjungpandan, Erwin, menjadi salah satu pihak yang menyampaikan langsung kondisi nyata yang dialami para nelayan di lapangan. Menurutnya, hilangnya rambu laut bukanlah persoalan baru, melainkan telah terjadi berulang kali selama beberapa tahun terakhir.

Ia mengungkapkan bahwa setiap kali rambu dipasang, harapan para nelayan agar pelayaran menjadi lebih aman kembali muncul. Namun harapan tersebut kerap pupus karena dalam waktu singkat rambu kembali hilang.

"Rambu laut ini sudah sering dipasang, namun keesokan harinya hilang kembali. Kejadian seperti ini bukan hanya sekali dua kali, tetapi sudah berulang. Akibatnya nelayan kembali kesulitan menentukan jalur aman untuk keluar masuk pelabuhan," ujar Erwin.

Menurut Erwin, kondisi geografis alur pelayaran menuju Dermaga Baro memiliki karakteristik yang berbeda dibanding pelabuhan lain. Jalur tersebut merupakan alur muara sungai yang terus mengalami sedimentasi akibat endapan lumpur dan pasir.

Erwin, Ketua Forum Nelayan Baro Tanjungpandan
Akibat sedimentasi yang terjadi secara terus-menerus, kedalaman alur pelayaran menjadi berubah sehingga titik aman bagi perahu nelayan juga ikut bergeser.

"Alur menuju Dermaga Baro sangat dangkal karena sedimentasi. Tidak sedikit perahu nelayan yang akhirnya kandas ketika air surut ataupun saat salah mengambil jalur pelayaran. Karena itu keberadaan rambu laut benar-benar menjadi penunjuk arah yang sangat dibutuhkan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa masih banyak nelayan tradisional di Belitung yang belum memiliki perangkat navigasi modern seperti Global Positioning System (GPS). Kondisi tersebut membuat rambu laut menjadi satu-satunya acuan visual ketika melaut.

"Kami yang sudah puluhan tahun mencari ikan di laut Belitung saja masih sangat membutuhkan rambu. Pengalaman saja tidak cukup karena kondisi alur selalu berubah akibat sedimentasi. Apalagi tidak semua perahu memiliki GPS. Banyak nelayan kecil yang masih mengandalkan pengalaman dan keberadaan rambu sebagai penunjuk arah," katanya.

Menurut Erwin, apabila kondisi ini terus dibiarkan, risiko kecelakaan laut maupun kandasnya perahu akan semakin besar. Dampaknya bukan hanya kerugian material, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan jiwa para nelayan.

Oleh karena itu, Forum Nelayan Baro mengajak seluruh unsur maritim untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keberadaan rambu laut sekaligus mencari solusi jangka panjang agar permasalahan tersebut tidak terus berulang.

"Kami berharap persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama. Forum Nelayan Baro mengajak seluruh insan maritim, baik pemerintah, aparat penegak hukum, pengelola pelabuhan maupun instansi terkait untuk bersama-sama mencari langkah terbaik. Yang kami perjuangkan bukan hanya kepentingan nelayan Baro, tetapi keselamatan seluruh pengguna alur pelayaran di Pelabuhan Tanjungpandan," tegas Erwin.

Dalam forum tersebut, GM Pelindo Regional 2 Tanjungpandan, Andi Oktavian Dwi Cahyo, memastikan bahwa pemasangan rambu baru segera direalisasikan.

GM Pelindo Regional 2 Tanjungpandan, Andi Oktavian Dwi Cahyo
Ia menjelaskan bahwa proses pengerjaan saat ini telah memasuki tahap akhir dan sebagian rambu bahkan telah dipasang di salah satu titik.

"Dalam minggu ini akan dipasang. Saat ini masih proses finishing dan sementara sudah terpasang satu titik. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan maritim yang telah peduli dan ikut serta dalam kegiatan ini. Sinergi seperti ini sangat penting demi keselamatan pelayaran di Pelabuhan Tanjungpandan," Jelas Andi.

Sementara itu Kepala KSOP Kelas IV Tanjungpandan, Bambang Candra, menegaskan komitmen pihaknya untuk turut mendampingi pemasangan rambu baru di lapangan.

Kepala KSOP Kelas IV Tanjungpandan, Bambang Candra
"KSOP siap turun ke lapangan dan ikut serta dalam pemasangan rambu yang baru sehingga prosesnya dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Melalui forum koordinasi tersebut, seluruh peserta sepakat bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Keberadaan rambu laut tidak hanya menjadi fasilitas navigasi bagi kapal-kapal niaga, tetapi juga menjadi penentu keselamatan bagi ratusan nelayan tradisional yang menggantungkan hidupnya dari laut.

Forum Nelayan Baro berharap sinergi yang telah dibangun dalam pertemuan ini dapat menghasilkan langkah nyata, baik dalam pemasangan rambu baru, pengawasan terhadap fasilitas navigasi, maupun penyusunan solusi jangka panjang terhadap persoalan sedimentasi yang selama ini menjadi tantangan utama di alur Pelabuhan Tanjungpandan.

Rls/3W@


Forum Nelayan Baro Ajak Seluruh Insan Maritim Bahu Membahu Jaga Rambu Laut, Erwin: Nelayan Senior Pun Masih Bergantung pada Penanda Alur Pelayaran
Periksa Juga
Selanjutnya..
Tautan berhasil disalin